Ketum PSMS Pilih Kompetisi IPL

29/10/2011 23:17
Rahudman Harahap (Waspada Online/Austin Antariksa)
Austin Antariksa

Perbedaan pendapat soal tempat yang tepat untuk PSMS musim depan mulai terjawab. Jika sebelumnya pelaksana teknis PSMS Idris ngotot tim ini beralih dari Indonesia Premiere League (IPL) dan CEO Bintang Medan Dityo Pramono mengklaim sudah mendaftarkan klub ini ke IPL, kini giliran ketua umum PSMS yang disebut sudah memutuskan langkah terakhir untuk klub yang berdiri pada 1950 itu.


Pernyataan ketum PSMS itu disampaikan pelaksana teknis klub lainnya, Iswanda Ramli, kepada media di sela-sela latihan di Stadion Teladan Medan.

Iswanda mengaku berbicara atas nama walikota Medan Rahudman Harahap yang juga ketum PSMS, dan memastikan, PSMS memilih ikut IPL. "Ketua umum memberikan perintah kepada saya dan Idris, agar mempersiapkan tim untuk ikut IPL sebagai kompetisi resmi yang legal di bawah PSSI,” jelasnya.

Iswanda membeberkan, munculnya keputusan baru ini terjadi usai Rahudman bertemu dengan ketua umum PSSI Djohar Arifin Husein di Medan. “Saya bertemu dengan Pak Djohar dan salat Jumat bersama, setelah itu kami makan siang. Pas di situ, saya sempat bertanya kepada beliau tentang PSMS. Lalu, beliau mengajak saya menemui Pak Wali untuk membahas itu. Dan, akhirnya diputuskanlah PSMS ikut IPL,” bebernya.

Dengan demikian, Iswanda berharap tidak lagi ada info dan berita yang simpang-siur soal PSMS berkompetisi di level mana. "Semoga semua bisa diluruskan dan tidak simpang siur lagi," tegasnya. <script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=3;sz=160x600;ord=110577?area=2l&pos=2&campaign=indozone&ord=110577"></script>

Namun, pria yang akrab disapa Nanda itu mengakui perbedaan pendapat soal status PSMS, lantaran memang selama ini ketum PSMS belum mengeluarkan keputusan yang resmi. “PSMS bermain di IPL itu keputusan resmi dari Pak Wali. Beliau sebelumnya memang belum memutuskan. Jadi bahasa Idris selama ini hanya masih sebatas kemungkinan. PSMS bisa main di IPL tapi bisa juga di Divisi Utama. Dan, sekarang sudah diputuskan kompetisi mana yang diikuti PSMS," ungkapnya.

Di tempat terpisah, pelaksana teknis PSMS Idris, yang ditelepon Jumat (28/10) malam WIB, mengaku belum tahu soal keputusan ketum PSMS memilih IPL. "Saya justru baru tahu dari Anda. Belum ada info ke saya soal itu," ujarnya.

 Namun, dia mengatakan siap patuh terhadap keputusan ketum. "Ya kalau Ketum maunya gitu, saya ikut. Arahnya ke mana yang ditunjuk Ketum ya mau bagaimana saya ikut. Saya besok akan ketemu Pak Wali dan akan mendiskusikan apa yang perlu didiskusikan termasuk soal ini," timpalnya.

Idris sendiri enggan mengungkapkan seperti apa intruksi ketum awalnya sehingga bisa simpang siur nasib PSMS. Dia juga tak mau berkomentar apakah dia kecewa PSMS justru akhirnya resmi ke IPL. "Soal ini no comment ya," lanjutnya.

Mantan manajer PSMS musim lalu itu mengatakan dirinya juga tak menampik kalau mengetahui soal MoU lanjutan Bintang Medan dan PSMS pada September 2011, yang diteken Rahudman Harahap dan perwakilan konsorsium, Widjayanto. Tapi, dia tetap ngotot menyebut itu bukan pertanda resminya merger.

"Yang dikatakan merger, kalau ada pembicaraan soal keuangan atau penanggungan pembiayaan untuk kebutuhan kompetisi. Hingga saat ini, belum ada konsorsium memberikan dana," ungkapnya.

Sementara itu, Djohar Arifin yang dikonfirmasi mengiyakan PSMS di IPL. Dia mengakui, kedatangannya ke Medan untuk memastikan kompetisi yang diikut PSMS kepada ketum PSMS Rahudman. “Saya datang ke Medan untuk mengonfirmasi dengan ketum PSMS. Dan beliau (Rahudman) memastikan PSMS ikut IPL sesuai kesepakatan terdahulu dengan konsorsium, jadi bukan divisi utama. Kalau sudah ketua umum yang bilang  berarti sudah pasti. Tak akan ada lagi perubahan,” pungkas mantan Ketua Pengprov PSSI Sumut ini.

( Source : www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2011/10/29/2732801/ketum-psms-pilih-kompetisi-ipl )